Pada awalnya semua Film wujudnya adalah
Film bisu, terdiri dari potongan-potongan gambar bergerak yang sunyi tanpa
suara sampai diterapkannya penggunaan Soundtrack pada pembuatan Film.
Soundtrack menyimpan semua data suara yang ada didalam film termasuk suara,
musik, dan sound effect.
Dalam Sebuah film dan iklan, Seorang
komposer musik akan membuat salah satu dari 2 macam musik yaitu SOUNDTRACK atau
SCORING.
1. SOUNDTRACK
adalah musik yang diputar dari awal
sampai akhir iklan. Jenis musik seperti inilah yang benar-benar disebut jingle,
karena ada melodi dan nyanyiannya.
2. SCORING
adalah musik yang mengikuti
pergerakan gambar. Apa yang terjadi di layar, musiknya harus mengikuti,
terlepas dari bar, ketukan, melodi, dan sebagainya.
Selain soundtrack dan scoring,pada
sebuah Film atau Iklan Elemen ke-3 yang paling penting adalah efek suara
atau sound effect. Sound effect ini pun ada 2 jenisnya:
1. SOUND EFFECT BERBENTUK
FOLEY,
yaitu suara-suara yang “normal”
seperti suara ketukan di pintu, mobil menyala, hujan, anak kecil tertawa, dan
sebagainya.
2. SOUND EFFECT BERBENTUK SPECIAL
EFFECT,
yaitu suara-suara “abnormal” seperti
ledakan gunung berapi, gempa bumi.
Fungsi Backsound Dalam Pembuatan
Film
Secara umum, terdapat dua kategori
suara dalam film yaitu suara diegetic dan non-diegetic Suara diegetic merujuk
pada seluruh elemen audio yang bersumber dari apa yang terlihat di
layar seperti dialog, suara langkah kaki, suara pintu yang ditutup, dan
lain sebagainya suara non-diegetic merujuk pada seluruh elemen yang berasal
dari luar dunia fiksi yang terlihat di layar seperti musik dan sound
effects.
Suara yang digunakan dalam
film umumnya ditujukan untuk meningkatkan mood serta menyuguhkan kepada
penonton berbagai macam informasi mengenai lokasi pengambilan gambar, jalan
cerita, serta karakter kisah yang diceritakan
Fungsi Backsound Dalam Pembuatan
Film
Backsound atau suara dalam film
memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai berikut:
1. Menciptakan atmosfer
Misalnya, musik latar yang hadir
pertama kali ketika film diputar memberikan peluang bagi penonton untuk
mengetahui dan memahami genre film serta tingkat drama dari sebuah film.
2. Menarik perhatian
Backsound seperti sound effects
dapat mengarahkan perhatian penonton ke beberapa adegan atau perubahan dalam
arah cerita film. Biasanya, backsound yang digunakan sutradara untuk menarik
perhatian penonton adalah diam atau tanpa adanya suara.
3. Meningkatkan dramatisasi
film
Backsound khususnya beberapa sound
effects seperti suara ledakan, suara angin ribut, jendela pecah, mobil
tabrakan, atau suara binatang biasanya ditambahkan ke dalam film setelah proses
pengambilan gambar selesai.
4. Menggugah sisi psikologis
Misalnya, musik yang digunakan dalam
pembuatan film apat memengaruhi dan merangsang emosi manusia yang paling
mendasar seperti rasa takut dan lain sebagainya. Biasanya, backsound seperti
musik yang dapat membangkitkan rasa takut digunakan dalam film-film yang
bergenre horror dan thriller.
5. Menciptakan kontradiksi
Contohnya, adegan tiba-tiba mati
lampu serta diiringi dengan musik tertentu dapat memberikan kesan bahwa sesuatu
akan terjadi.
6. Menghubungkan antar adegan
Misalnya, perubahan adegan atau
perpindahan dari adegan yang satu ke adegan berikutnya yang dilakukan secara
lebih halus dengan menggunakan musik.
berdasarkan alur cerita suatu adegan
dapat melompat dari satu waktu ke waktu yang lain atau satu tempat ke tempat
yang lain namun karena adegan-adegan tersebut direkatkan dengan musik, alur
cerita film keseluruhan dapat dipahami oleh penonton.
7. Memotret emosi
Backsound seperti musik atau suara
narator dapat membantu penonton memahami setiap karakter yang digambarkan dalam
film. Misalnya, seraut wajah dengan ekspresi netral dapat diartikan memiliki
berbagai macam perasaan yang berbeda hanya dengan jenis musik yang digunakan.
SEMIOTIKA FILM
Film dalah karya cipta seni dan
budaya yang merupakan salah satu media komunikasi massa audio visual yang
dibuat berdasarkan asas sinematografi yang direkam pada pita seluloid, pita
video, piringan video, dan bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalam segala
bentuk, jenis dan ukuran melalui proses kimiawi, proses elektronik, atau proses
lainnya, dengan atau tanpa suara, yang dapat di pertujukan atau ditayangkan
dengan sistem proyeksi mekanik, elektronik, dan sistem lainnya.
- Semiotika Istilah semeiotics (dilafalkan demikian)
diperkenalkan oleh Hippocrates (460-337 SM)T
- Teori Semiotika Roland Barthez Teori Roland Barthes
(1915-1980)
Semiotika Film
Sistem semiotika yang lebih penting
dalam film yakni digunakannya tanda-tanda ikonis yaitu untuk
menggambarkan sesuatu yang dimaksud dalam penyampaian pesan kepada
khalayak.
Tanda-tanda ikonis yang digunakan
dalam film mengisyaratkan pesan kepada penonton dan setiap isyarat
yang diterima akan berbeda namun apabila cerita yang diperankan memang sudah
membentuk satu pokok makna dalam hal ini makna cerita yang ditampilkan.
1. Rule Of Third


3. Shot Angel
4. Pengaturan arah gambar (Rooming)
Gambar yang terlihat lebih baik jika dapat memberikan ruang yang lebih
besar didepan hidung gambar yang di hasilkan. Dengan pegaturan ruang
hidung yang lebih besar dibandingkan ruang belakang, maka gambar akan
tampak lebih hidup oleh karena itu, beberapa ahli membuat teori antara
lain :
a. Nose Room harus lebih besar daripada Back room
Nose Room adalah gambar kosong yang terletak didepan muka atau hidung
objek, Nose room sebenarnya tidak hanya terbatas untuk membuat gambar
untuk makhluk hidup, namun juga berlaku untuk benda yang mempunyai
bagian depan dan bagian belakang seperti rumah atau bangunan yang lain.
b. Back room adalah gambar kosong dibelakang kepala (terkadang back room tidak tersisa atautidak ada)
c. Head room harus lebih besar daripada foot room.
Head room adalah gambar kosong diatas kepala.
d. Foot room adalah gambar kosong di bawah kaki
e. Destination room adalah gambar kosong di depan gambar yang sedang
bergerak, ruang kosong sebagai Nose room untuk benda yang begerak
Animasi Dalam Berbagai Media
- Pemanfaat animasi dalam situs /WebsiteA
- nimasi dalam permainan digitalA
- nimasi dalam AplikasiA
- nimasi Dalam Berbagai Media
- Animasi sebagai Iklan Visual (Advertisment)
Penerapan Film Animasi
1. Ide dan konsep
Merupakan salah satu dasar untuk membangun cerita- cerita, kadang kala
ide menjadi nilai jual yang tinggi jika mempunyai keunikan, mempunya
daya tarik yang diluar dugaan dari pemirsa/penikmat.
2. Story line/struktur cerita
Peran story line dalam pembangunan cerita memang cukup penting sebagai
penarik penonton agar dapat menikmati cerita yang dibuat, tentunya
ketika penonton mulai tercengang, sedih, tertawa maka cerita yang dibuat
telah berhasil menjadi cerita yang popular atau diingat atau juga ingin
menonton berkali-kali. Mengaitkan hubungan antar unsur dan makna
keseluruhan yang ingin dicapai.
Dalam struktur narasi mempunyai beberapa poin yang menjadi pembentukannya, yaitu:
a. Tokoh / penokohan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sebagai kata benda yang
didefinisikan orang yang menjalankan peran tertentu di suatu peristiwa.
Dalam novel atau sastra tokoh adalah sebagai pelaku yang mengemban
peristiwa dalam cerita rekaan sehingga peristiwa itu menjalin suatu
cerita. Tokoh pada umunya berwujud manusia, tetapi dapat juga berwujud
binatang atau benda yang diinsankan.
b. Alur
Alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan
peristiwa sehingga menjalin sebuah cerita yang dihadirkan oleh pelaku
dalam suatu cerita.
c. Sudut Pandang
Dapat diartikan sebagai cara pengarang menampilkan para pelaku dalam cerita yang dipaparkan.
pengisah yang juga berfungsi sebagai pelaku cerita
pengisah hanya berfungsi sebagai pengamat terhadap pemunculan para
pelaku dan hanya tahu dalam batas tertentu tentang perilaku batiniah
para pelaku
- Narator observer omniscients
yaitu pengisah sebagai pelaku ketiga yang tidak terlibat langsung dalam
keseluruhan cerita, ia juga sebagai penutur yang mengetahui ciri
fisikal, psikologis dan kadar nasib yang nantinya dialami pelak.
d. Latar
Secara umum latar diartikan sebagai tempat- tempat yang ditampilkan
dalam cerita. Setting sebagai latar cerita dan memberi batasan setting
sebagai latar peristiwa dalam karya fiksi, baik berupa tempat, waktu
maupun peristiwanya itu sendiri serta memiliki fungsi fisikal dan fungsi
psikologis.
Story line dalam tampilan film animasi diwujudkan dengan segmen-segmen
tertentu dan dengan memakai penjelasan- penjelasannya shingga seorang
illustrator (penggambar cerita) dapat memahami seperti apa alur yang
akan diwujudkan/digambarkan.
3. Sketsa/ desain
Skeetsa biasanya memberikan gambaran-gambaran seperti tokoh, latar dan
pengambilan gambar (camera view) sebagai landasan awal atau utama dalam
perfileman khususnya animasi.
4. Model sheet
merupakan informasi tentang modeling meliputi pergerakan, posisi atau
tampilan karakter dalam setiap angle seperti bagaimana penggambaran
karakter tampak dari depan, samping belakang maupun atas disamping itu
model sheet juga menampilkan gesture karakter seperti ketika tertawa,
marah, kaget, merenung,menangis dan sebagimana.